hari ini , sebenarnya bukan hari kepergian Beliau beristirahat dengan tenang.
hari ini hari ke 100 , hari dimana kami mengenang, berdoa untuk jalannya di sana.
suasana ramadhan kali ini sangat berbeda, karena kami kehilangan salah seorang diantara kami.
tidak , kami tidak menangisi kepergiannya , karena itu memang sudah jalannya.
tapi kami tangisi kehadirannya yang sudah tidak tampak,
kami menangis dalam kerinduan kami akan Beliau yang tidak lagi hadir diantara kami.
masih dapat ku ingat,
ketika aku masih kecil , Beliau mengunjungi ku beserta adik kecil ku dengan naik angkot. ya , begitu besar hasrat Beliau untuk bertemu cucu-cucu nya saat itu.
masih dapat ku ingat,
ketikaa Beliau datang , itu selalu setiap hari Rabu . selalu pada hari yang sama. dengan coklat di tangan nya , atau minuman favorit kami semasa dulu.
masih ku ingat,
ketika Beliau mulai susah untuk berjalan, itu tidak menjadi halangan Beliau untuk bertemu kami. Beliau memaksa datang dengan memakai tongkatnya dan itu memakai angkot . sementara aku dan adik kecil ku , masih terlalu kecil untuk keluar dan menjenguk Beliau.
kasih sayangnya begitu besar.
rasa sabarnya begitu besar.
tidak pernah sekalipun Beliau berkata keras.
tidak sekalipun dalam ingatan ku Beliau bersuara keras.
dan tidak sekalipun Beliau pernah memarahi aku dan adik ku.
Subhanallah, terima kasih ya Allah , telah menghadirkan sosok Beliau untuk menjadi panutan kami.
hari ini,
tepat hari Rabu , dimana Beliau selalu datang mengunjungi aku dan adik kecil ku.
hari ini,
aku mengenangmu Kakek ku tersayang, di hari Rabu ini.
semoga, doa dari aku beserta keluarga kecil ini dapat menemani mu disana.
ya Allah , tempatkanlah Beliau di tempat yang paling indah. amin .
GBU ... =)
Rabu, 01 September 2010
baru nongol lagi !!!
hari ini hari terakhir di bulan Agustus dan saya mulai ngblog lagi ,
wuah , sudah berapa lama saya tertidur tidak ngblog yak ?
banyak cerita yang sudah dilalui ,
tapi tentu saja, ga mungkin diceritain disini semua ,
kenapa ?
karena itu rahasia .
ko rahasia ?
emm , baik ... sebenarnya saya malas (jeng jeng)
banyak cerita suka , duka , senang , sedih , marah , cemas, emosi , marah lagi , tapi ada satu cerita yang berkesan. menurut saya begitu , menururt anda tidak ? yah jangan dibaca , =p
cerita ini bermula ketika saya mau pergi ke kampus dengan naik angkot , (yak , hidup saya memang tidak jauh dari angkutan umum yang satu ini)
memang , ntah siapa yang harus dipersalahkan karena saya tidak memandang benar atau salah dalam cerita ini. tapi ada satu petikan yang saya ambil dalam cerita berikut yaitu "MENGHARGAI"
sang supir yang saat itu entah dia kebelet atau dia memang sedang menjalankan tugasnya yaitu mengejar setoran dengan melupakan beberapa nyawa yang diangkutnya mengemudi dengan sangat ekstreem . serempet kiri , serempet kanan . mepet-mepet kiri , mepet-mepet kanan dan saya yang sialnya pada hari naas tersebut sedang duduk di depan, mencoba mengerem beberapa kali .
(ok , itu bodoh . secara saya bukan supirnya mana bisa saya ngerem. tapi sungguh, kaki saya reflek menekan-nekan lantai mobil sambil berharap mobil dapat berhenti seperti yang saya mau)
entah apa yang membuat supir menjalankan mobilnya seperti itu, yang jelas dia nyaman berkendara seperti itu. ada seorang ibu yang rupanya sudah tidak tahan lagi dngan pembawaan supir. ibu itu minta berhenti, supir kagok dan bilang akan menururnkan ibu tersebut di depan.
sang ibu memaksa berhenti saat itu juga
supir kembali berteiak untuk ibu menuggu agar supir bisa ke pinggir jalan dulu
sang ibu tetap ngotot !
.....
akhirnya bisa supir berhenti pinggir jalan,
ketika ibu itu turun , dia memberikan ongkos pada supir dengan di lempar dari luar kaca mobil !
ok saya ulangi , DILEMPAR
ok di ulang , DILEMPAR
skali lagi , DILEMPAR !
satu lagi deh , DILEMPAR !!
supir dan tentunya juga saya kaget.
supir melanjutkan dengan mengutruk,
saya bertanya-tanya dalam hati,
"inikah balasan langsung dari orang yang tidak menghargai oranglain?"
"apa tindakan tersebut wajar dilakukan walaupun sudah diperlakukan tidak baik?"
"apa ketidakbaikan itu harus dibalas dengan ketidakbaikan lagi?"
"sudah tidak adakah rasa saling berterimakasih mengingat ini adalah hal yg tergolong simbiosis mutualisme?"
"apakah fitri akan happy ending dengan farrel?" << ga nyambung , memang !
intinya mungkin kurang lebih seperti ini :
ketika kita, merasa perlu dihargai, merasa ingin dihargai oleh siapapun, mulailah dengan menghargai siapapun itu. jangan memilih dalam menghargai karena itu yang akan menyelamatkan kita dari arus sosial.
saya yakin , menghargai itu tidaklah susah. bukan berarti kita tidak bisa bilang "tidak" dengan alasan menghargai. tetapi , setidaknya kita tahu berterima kasih tanpa perlu diucapkan . =)
kenapa tumben cerita saya panjang ?
karena saya online di laptop dan ada seorang pembaca yang mengkritik agar saya menulis lebih paanjang . "biar keliatan gaya menulisnya" . gitu kata nya pemirsa !
be safe outhere ,
GBU ... =)
wuah , sudah berapa lama saya tertidur tidak ngblog yak ?
banyak cerita yang sudah dilalui ,
tapi tentu saja, ga mungkin diceritain disini semua ,
kenapa ?
karena itu rahasia .
ko rahasia ?
emm , baik ... sebenarnya saya malas (jeng jeng)
banyak cerita suka , duka , senang , sedih , marah , cemas, emosi , marah lagi , tapi ada satu cerita yang berkesan. menurut saya begitu , menururt anda tidak ? yah jangan dibaca , =p
cerita ini bermula ketika saya mau pergi ke kampus dengan naik angkot , (yak , hidup saya memang tidak jauh dari angkutan umum yang satu ini)
memang , ntah siapa yang harus dipersalahkan karena saya tidak memandang benar atau salah dalam cerita ini. tapi ada satu petikan yang saya ambil dalam cerita berikut yaitu "MENGHARGAI"
sang supir yang saat itu entah dia kebelet atau dia memang sedang menjalankan tugasnya yaitu mengejar setoran dengan melupakan beberapa nyawa yang diangkutnya mengemudi dengan sangat ekstreem . serempet kiri , serempet kanan . mepet-mepet kiri , mepet-mepet kanan dan saya yang sialnya pada hari naas tersebut sedang duduk di depan, mencoba mengerem beberapa kali .
(ok , itu bodoh . secara saya bukan supirnya mana bisa saya ngerem. tapi sungguh, kaki saya reflek menekan-nekan lantai mobil sambil berharap mobil dapat berhenti seperti yang saya mau)
entah apa yang membuat supir menjalankan mobilnya seperti itu, yang jelas dia nyaman berkendara seperti itu. ada seorang ibu yang rupanya sudah tidak tahan lagi dngan pembawaan supir. ibu itu minta berhenti, supir kagok dan bilang akan menururnkan ibu tersebut di depan.
sang ibu memaksa berhenti saat itu juga
supir kembali berteiak untuk ibu menuggu agar supir bisa ke pinggir jalan dulu
sang ibu tetap ngotot !
.....
akhirnya bisa supir berhenti pinggir jalan,
ketika ibu itu turun , dia memberikan ongkos pada supir dengan di lempar dari luar kaca mobil !
ok saya ulangi , DILEMPAR
ok di ulang , DILEMPAR
skali lagi , DILEMPAR !
satu lagi deh , DILEMPAR !!
supir dan tentunya juga saya kaget.
supir melanjutkan dengan mengutruk,
saya bertanya-tanya dalam hati,
"inikah balasan langsung dari orang yang tidak menghargai oranglain?"
"apa tindakan tersebut wajar dilakukan walaupun sudah diperlakukan tidak baik?"
"apa ketidakbaikan itu harus dibalas dengan ketidakbaikan lagi?"
"sudah tidak adakah rasa saling berterimakasih mengingat ini adalah hal yg tergolong simbiosis mutualisme?"
"apakah fitri akan happy ending dengan farrel?" << ga nyambung , memang !
intinya mungkin kurang lebih seperti ini :
ketika kita, merasa perlu dihargai, merasa ingin dihargai oleh siapapun, mulailah dengan menghargai siapapun itu. jangan memilih dalam menghargai karena itu yang akan menyelamatkan kita dari arus sosial.
saya yakin , menghargai itu tidaklah susah. bukan berarti kita tidak bisa bilang "tidak" dengan alasan menghargai. tetapi , setidaknya kita tahu berterima kasih tanpa perlu diucapkan . =)
kenapa tumben cerita saya panjang ?
karena saya online di laptop dan ada seorang pembaca yang mengkritik agar saya menulis lebih paanjang . "biar keliatan gaya menulisnya" . gitu kata nya pemirsa !
be safe outhere ,
GBU ... =)
Langganan:
Komentar (Atom)