Sabtu, 26 Maret 2011

kekurangan udara

Sudah 2 hari rupanya saya tidak menginjak lantai rumah sendiri , tidak memeluk guling yang penuh dengan kreasi tambahan saya sendiri . Ya , sudah dua hari saya berkelana di rumah orang , makan , tidur dan mandi di rumah orang . Kenapa di rumah orang ? Karena bukan di rumah sendiri (ya iya lah) .
Kenapa saya menelantarkan kamar sendiri hingga dua hari ? Oo bukan , bukan karena saya diusir keberadaan saya dari rumah , tapi karena saya menemani pengantin baru yang ditinggal pergi suaminya berikut ga bisa pulang karena hujan yang akhir-akhir ini turun terus tanpa henti .

Hari ini saya pergi ke rumah si pacar , kenapa begitu ? Yaa you know alone maybe (dibaca : tau sendiri meureun) kan malmingan , ehehehe , *malu-malu kucing*
Nah ceritanya sendiri berawal dimana saya sedang melakukan perjalanan kesana .

Saya menaiki kendaraan roda empat atau bahasa gaul nan enak didengar yaitu angkot (yaa , saya memang ga bisa jauh sama kendaraan yang satu ini) .
Entah semua berpikiran samakarena tiba-tiba macet luar binasa dimana-mana . Saya yang notabene imut-imut (oke deh , kecil) duduk disalah satu angkot dalam posisi dipojok .
Sampai suatu ketika , supir angkot mulai menggila !
Entah kenapa tadi itu 1 angkot ga ada yang berbadan sama dengan saya , jadi jelas-jelas sekali saya terhimpit d'pojokan angkot .
Sudah enam orang pun , saya sudah merasa sesak . Eh abang supir memaksa memasukkan 1 orang lagi . Jadi itu lah saya disana , terhimpit , sesak , aih , hampir mau mati saya . Sesak dibuatnya .

Sampai terlintas beberapa pertanyaan , jika saya mati tadi karena sesak , abang nya bakal tanggungjawab ? Akankah saya dikuburkan sebagaimana mestinya ? Atau abangnya memilih membuang mayat saya ke sungai ?
Ah , saya ga mau gentayangan , harus cari abang angkotnya minta mayat saya dikuburin , repot . Dan untung ny , saya tidak mati hari ini . Alhamdulillah . Walau nafas udah susah banget masuk ke paru-paru , saya masih dikasih kesempatan untuk menhirup lebih banyak lagi , Maha Suci Allah swt .

Kenyamanan hilang demi sejumlah uang . Kami , para penumpang hanya boleh tau naik dan turun juga tak lupa membayar jasa supir , selebihnya ? Terimain aja yang ada .
Yh , angkot sudah menghilangkan sisi kenyamanan dan keselamatan jauh dibelakang .
Ooh tentu saja , bukan berarti saya akan berhenti naik angkot , tidak , bisa pergi kemana saya tanpa angkot ?
Hidup angkot ! Sekali angkot tetap angkot !
Mungkin sekali-kali para caleg atau pejabat memperdulikan angkot beserta penumpang , yakin deh banyak yang milih kaya episode cinta fitri . Hmm

GBU ... =)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar